Bertahun-tahun belajar di sekolah mengikuti jadwal yang padat dengan jumlah mata pelajaran yang lebih dari sepuluh. Dari Jam tujuh pagi hingga pukul satu siang. Waktu untuk istirahat 15-20 menit. Dihadapi sepanjang minggu, dari hari Senin sampai hari Sabtu. Melelahkan namun menyenagkan karena bisa bercengkerama dengan teman dan guru.

Mengatasi ancaman pandemi Covid-19, tahun 2020, yang mengharuskan belajar jarak jauh, sekolah memutar otak mencari bentuk yang fleksibel, efektif dan efisien agar pembelajaran dapat berlangsung dengan baik. Sekolah memikirkan bagaimana siswa belajar tanpa merasa tertekan dan tidak merasa takut akan ancaman virus korona. Sekolah berorientasi pada pemikiran bahwa anak tetap belajar pelajaran, mendapat ilmu, sekalipun materi yang diberikan singkat dan sederhana. Baik bagi yang belajar secara daring maupun luring.

jadwal pelajaran selama awal tahun ajaran Juli 2020

Sebagai jalan keluar, sekolah merancang jadwal yang disesuaikan dengan kondisi siswa. Hal pertama yang dilakukan adalah menghitung minggu efektif dan tidak efektif selama semester ganjil dan semester genap. Setelah itu, para guru membuat pemetaan Kompetensi Dasar setiap mata pelajaran yang dapat diajarkan berdasarkan silabus. Langkah selanjutnya mengelompokkan mata pelajaran menjadi tiga, lalu membagi giliran pemberian materi dan tugas. Paling akhir tapi cukup penting yaitu menentukan batas terakhir pengumpulan tugas, produk siswa.

Guru-guru mempersiapkan materi dengan aplikasi Google classroom

Perencanaan untuk satu semester telah mendapat gambaran yang cukup jelas. Untuk mencapai rancangan itu dibuatlah jadwal belajar. Setiap bulan pada Minggu Pertama siswa mendapat materi dari Kelompok Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, IPA, Penjas dan Pendidikan Agama Katolik. Minggu ke-dua mereka akan mendapat bahan dari Kelompok Mata Pelajaran Matematika, IPS dan Prakarya. Minggu ke-tiga para murid akan memperoleh Bahasa Inggris, Pkn, Kesenian dan Mulok. Minggu ke-empat mereka akan kembali menerima bahan pelajaran dari Kelompok Satu. Pada minggu berjalan semua tugas diharapkan dapat tuntas atau selesai dikerjakan. Tetapi mengingat situasi dan kondisi siswa bila tidak memungkinkan untuk rampung dalam seminggu, maka batas akhir pengumpulan tugas ditetapkan satu minggu sebelum Ulangan Tengah Semester. Selain itu. ada satu pekan yang dialokasikan untuk anak belajar mandiri. Artinya tidak ada materi atau tugas dari sekolah. Para murid diberi kesempatan untuk mengeksplorasi materi yang sudah diberikan, atau mereka melakukan kegiatan sesuai keinginannya dalam pantauan orang tua.

Langkah kecil yang mengubah kebiasaan menahun. Langkah maju mengatasi ancaman musuh tidak kelihatan virus korona. Belajar adalah tugas murid tapi tanggung jawab utama guru. Pandemi tidak bisa menghentikan proses pembelajaran untuk selama-lamanya. Manusia pada dasarnya akan tetap belajar sepanjang hayat. Banyak jalan keluar ditempuh untuk tetap bertahan khususnya dalam hal belajar-mengajar. Salahsatunya yakni jadwal istimewa karena situasi luar biasa tahun 2020 di SMP Don Bosco Fakfak.

Please follow and like us:

Categories:

No responses yet

Leave a Reply